Showing posts with label PiecesOfMe. Show all posts
Showing posts with label PiecesOfMe. Show all posts

Monday, December 10, 2012

Sinichi, Ran, Kamu, dan Dia



“Technically, I’m single, but my heart is taken by someone I can’t call my own.” (Wiz Khalifa)

“Kenapa wajah kamu memerah?” Tanya Ran, suatu sore saat mereka berjalan berdua, sepulang sekolah, dulu.
“Tidak. Ini hanya cahaya senja.” Sanggah Sinichi yang kemudian berlari menjauh.
Ran, ketika itu, bersama bekas-bekas pertanyaannya hanya mampu menatapi punggung Sinichi yang lenyap perlahan. Di ufuk seberang sana, matahari segera terbenam dengan sisa-sisa sinarnya yang memerahkan senja, akan tetapi berhasil membirukan suatu pertemuan.

Hal-hal kecil memang kadang membuat kita merindukan seseorang. Barangkali segala kisah tidak pernah hilang di suatu tempat, melainkan telah menjadi kenangan. Segala tentang Sinichi masih tersimpan baik dalam ingatan Ran. Semuanya. Meski kini, ia tidak pernah tahu di mana keberadaan Sang Detektif itu. Sinichi hanya hadir lewat suara-suaranya di ujung telepon, di ujung-ujung percakapan yang kemudian selalu diakhiri dengan permohonan maaf karena sedang menyelidiki kasus penting.

Kasus penting? Kasus dan kasus! Selalu Ran menggerutu perihal itu. Mereka memang
telah lama bersama, sedari kecil, tetapi Ran masih sulit menerima jalan pikiran Sinichi. Laki-laki itu sibuk dengan dirinya sendiri. Sibuk dengan kasus-kasus yang tiada ujungnya. Dan, tiada pernah sedikit pun memahami perasaan Ran.
Adakah Sinichi punya perasaan sama dengan Ran? Ran tidak tahu. Tetapi, Ran masih terus berharap, bersama segala perasaan yang disimpannya.

Semenjak peristiwa di taman bermain di suatu hari, Sinichi memang tidak pernah lagi kembali. Entah akan atau tidak. Ia telah diberi pil oleh Organisasi Hitam hingga tubuhnya mengecil.

Sinichi kemudian menjadi Conan yang sekarang ini bersama dengan Ran.

Di setiap kejadian genting, Ran setia menanti Sinichi untuk menyelamatkannya. Ia masih saja percaya dengan kekuatan harapan. Meski kemudian, yang hadir adalah Conan yang juga setia untuk terus melindungi Ran.

Ran masih setia. Padahal, Sinichi adalah laki-laki yang sulit dimengerti. Padahal, Sinichi adalah laki-laki yang paling sering membuat Ran marah, kecewa, jengkel, dan semacamnya. Padahal, mungkin saja Sinichi tidak pernah lagi kembali.

Ah, padahal Sinichi adalah Conan yang selalu Ran peluk.

“It’s just my Imagination,
I drink  my tea which has gotten cold
As I idly wrap this thread around my fingers.” (Step by Step, OST.Detective Conan)



Saturday, October 20, 2012

Narcist Edition


Luv my blog! Meski kacau en berantakan, selalu suka baca tulisan-tulisan ku *lagi,lagi, en lagiiii*...Apalagi dengan iringan backsound yang nyantol, tambah trenyuh bacanya :D

Ayo, ditunggu comment2nya..Jangan cuma diem,senyum-senyum sendiri or kritik dalam hati #speakup friends



Tuesday, October 2, 2012

Contemplation




Hening, jadilah sahabatku yang paling jujur.



Friday, August 17, 2012

Aku tak ingin bicara 'cinta'


You deserve better than me.
But as you know,
i'm the one who will always wait for you.

***















Kepadaku kau bertanya
Sampai kapan kau akan menunggunya?
Aku hanya menjawab
Sampai aku terbunuh lelah.
Titik.

Apa arti setia
jika harus berlari meninggalkan.
Bukan juga setia jika hanya berdiam tanpa upaya.
Jelas. Dia butuh bergerak untuk menguji rasa.
Karena darinya dapat ku ukur jarak teguh cinta.

Aneh.
Rindu selalu memuncak saat kita terlepas
Tapi
Bisakah rindu tak berwujud disana.
Agar aku tak pernah berharap,
tak pernah berpisah.

Saturday, July 28, 2012

Midnight Contemplation


Dear Allah...

Alhamdulillahi Rabbil 'Aalamiin

Thanks for everything that You given to me

Now, i'm in the last day of Ramadhan

Will i become the winner of Your lightening month?

Perhaps.



18082012/ 02.00


Sunday, December 25, 2011

"God Must Have Spent A Little More Time On You"



Can this be true?
Tell me, can this be real?
How can I put into words what I feel?
My life was complete
I thought I was whole
Why do I feel like I'm losing control?
I never thought that love could feel like this
and you've changed my world with just one kiss.
How can it be that right here with me
there's an angel?
It's a miracle...

*Your love is like a river
Peaceful and deep
Your soul is like a secret
That I never could keep
When I look into your eyes
I know that it's true
God must have spent...
A little more time
On you...

(A little more time, yes she did baby)

 

In all of creation
All things great and small
You are the one that surpasses them all
More precious than
Any diamond or pearl
They broke the mold
When you came in this world
And I'm trying hard to figure out
Just how I ever did without
The warmth of your smile
The heart of a child
That's deep inside
Leaves me purified
Back To *

(on you, on you, on you, you....on you, on you, on you, you..) ohhh...
(on you, on you, on you, you....on you, on you, on you, you..) yeah...

Never thought that love could feel like this
and you changed my world with just one kiss.
How can it be that right here with me
There's an angel?
It's a miracle..
(*N Sync)

Lagu ini special untuk mami...mami..mami juga papi ku. Terima kasih telah memberikan kebahagiaan dan kehangatan cinta kepadaku. Maaf kalau anakmu ini sering bandel, masih egois bahkan sering ngerepotin :'( Sampai kapanpun pengorbanan mami dan papi tidak sanggup terbalas olehku. Biarlah Allah SWT.. yang menghitung semuanya. Doakan saja anak-anakmu ini menjadi (anak) muslimah shalihah yang bisa mengantarkan mami dan papi menjadi jawara di hadapan Allah SWT. Aamiin ya rabb...

----Luv u truly, madly, deeply----


*Yang tak sanggup diungkapkan


Wednesday, June 22, 2011

RASA



 Allah Yaa Rabb...aku bingung, mulai detik ini. Dulu, aku hanya merasakan semilirnya yang lembut dan melenakan. Membuatku seolah terbang, mulai berangan. Namun kini, semilir perlahan menderu gemuruh...lambaiannya kuat, makin jelas terasa. Aku tertampar, bertahan-untuk tidak terlempar. Hatiku mulai gelisah. Pikiran bergolak. What’s wrong with me?

Aku ingat masa itu... Aku merasakan itu semenjak awal. Dia datang tiba-tiba. Dalam interaksi sejenak, dia datang bagai tamu tak diundang. Mungkin saat itu, ada celah di hati atau khilaf dalam perilaku, hingga dia dengan mudah masuk. Entahlah...Aku bahkan mengusirnya, biarkan keluar dengan tidak hormat. Butuh waktu lama memang, tapi itu cukup ampuh. Aku berhasil, berhasil meredamnya. Itu jurus yang lumayan ampuh. Aku aman.

Waktu berselang...Hingga suatu saat dia kembali, membawa sepasukan tempur, hendak melakukan pembalasan. Aku merasakan kekuatannya dalam 8 penjuru mata angin. Turbulensi...Aku jatuh dalam pusarannya, hampir remuk.  Dengan tenaga tersisa, aku mengumpulkan kekuatan. Bangkit. Bertahan dalam gempuran, hingga saat ini. Dan entah sampai kapan akan bertahan.

Aku ingin berdamai...mengalah bukan karena kalah. Hanya berpikir...sepertinya dia tidak salah. Itu manusiawi namanya. Kenapa harus bertentangan? Introspeksi sebelum sampai pada kulminasi. Mungkin Engkau sudah menyiapkan cerita indah di balik ini. Aku berharap


----Rasa nggak pernah bohong-----

Sunday, June 5, 2011

SAAT MENUNGGUMU


Mendung berarak
guruhnya belum nampak
tenang tak berteriak
hanya gundah hati bergolak...

Disini...
Aku duduk menengadah langit
Menatap awan dalam lekat
Tak peduli keadaan di dekat

Aku hanya...
ingin sendiri
berbicara dengan hati
mengharap pencerahan Ilahi

Aku bosan...
akan semua yang kulakukan
atas segala kekhilafan
menunggu datangnya ampunan

Aku sadar...
bahwa hidup hanya singgah sebentar
mencari bekal untuk kuantar
ke haribaan yang Maha Besar

*Senja di Gd.Ipteks Unhas

Saturday, August 21, 2010

Gara-gara Penyakit Tidur

Ada kejadian aneh, pas siang selepas zuhur. Setelah bosan keliling Arsie, aku bergegas menuju Gd. Ipteks. Ada dialog sebentar jam 3... Aku tunggu disana saja deh. Pikirku waktu itu.
Setelah duduk-duduk, cerita-cerita...sampe bosan. Akhirnya aku mengambil tempat yang jauh dari keramaian. Duuuk! nyandar enak nih :) Aku akhirnya mengambil posisi duduk sambil sandaran pada kolom bangunan. Ada beberapa muslimah di depanku...sedang liqo mungkin..hehehe...ah, nda usah ku pedulikan. 
Lalu, ku ambil juz amma, mulai menghafal..cukup. Ku ambil bahan TA ku. Baca sedikit,..cukup.

Tiba-tiba... 

Hoaaammmfff !!! Kepala berat, mata mulai ngantuk. Waduh, beneran ngantuk nih.. anginnya enak sih. Tidur dulu,ah....

" Zzzz...Zzzz...zzz"

Beberapa menit

Terbangun.Tidak bisa selonjoran, banyak orang. Tidur dengan posisi duduk begini buatku tidak nyaman. Ku lihat jam. Masih setengah tiga. Masih lama...Dimana ya tempat yang enak tidur ?!?!
Mesjid kampus ?!?! nda mungkin. Pasti gue diusir... Lantai 2 ?!?! Penjaganya galak, marah melulu... :(
Hmmm, dimana tempat yang enak untuk tidur ? Dimana ?!

*Berpikir keras

AhHA...
Di RUMAH.

Betul,betul,betul!

Alhasil, pulang ke rumah dengan langkah lunglai...yang ku agendakan BATAL gara-gara penyakit TIDUR!



# Really sorry... :(
(jangan dicontoh)

Saturday, July 24, 2010

Ujian Ukhuwah

Dering HP mengagetkan ku. Seketika ku lihat layar Nokia yang berkelap-kelip itu...ternyata dari seorang teman dekatku. "Aku sudah tau apa yang nanti akan disampaikan". Batinku dalam hati. Huff, kusiapkan mentalku.

"Assalamu'alaikum" sapaku hangat. Sejurus kemudian aku langsung diberondong dengan sejumlah pertanyaan dan perkataan dengan nada tinggi dari orang diseberang. 
"Anthy kenapa begini, kenapa begitu???mengerti tidak dengan ini,dengan itu? anthy tidak percaya sama saya kah? secara struktural, saya yang mempunyai kewenangan untuk itu...bla bla bla." Kata-kata ku rasa lebih perih daripada belati. Menyakitkan memang, terlebih lagi kata-kata itu keluar dari mulut seseorang yang sudah kuanggap layaknya saudara sendiri.

Ada sesal memang. Ku akui di satu sisi, aku salah, aku sudah melayangkan maafku padanya. Namun, maaf pun tak cukup baginya. Mungkin dzikirnya di sore hari tak mampu menembus kemarahan yang dia rasakan.

Hal ini berawal dari niat baikku ingin membantu masalah juniorku. Ku tahu dia juga sedang membantu juniorku itu namun belum menemui titik terang. Aku datang menawarkan bantuan pada adik qu dan memberi solusinya. Selesai. Namun ternyata menghasilkan masalah baru....

Aku tidak mau memperkeruh keadaan...Beberapa kali ucapan maaf keluar dari mulutku. Padahal aku yakin, aku melakukan hal yang benar dan bukan kesalahan. Aku juga punya kewenangan yang sama dengan dia, bahkan akulah yang mempunyai kedekatan struktural lebih dibandingkan dengannya. Tapi tidaklah mengapa. Harga ukhuwah terlalu mahal untuk dihancurkan oleh ego. Hmm???

Akhirnya aku hanya bisa bersabar dan istighfar sebanyak-banyaknya. Karena telah membuat seseorang terganggu...terganggu hatinya. bahkan sakit hatinya (mungkin) dengan ulahku. Padahal sungguh, maksudku baik. Aku hanya ingin membantu juniorku menyelesaikan masalah. Namun, ternyata ada yang tersinggung dengan bantuan yang ku berikan dan merasa aku telah mengambil alih tugasnya.

"Allah...kalau memang ada yang tersakiti dengan ulahku...tolong maafkan aku dan jagalah setiap tingkah laku juga perkataanku agar menjadi berkah dan kebaikan bagi diriku juga orang lain. Jangan biarkan ukhuwah menjadi renggang hanya karena permasalah yang tidak substantif. Dan berikan juga hidayah kepada orang-orang yang telah tersakiti agar mereka dapat lebih bijak melihat suatu masalah."

Amin ya Rabb


Tuesday, July 20, 2010

My Dream...

Saat SD
Aku bermimpi...
Bisa seperti dr.Rampengan yang selalu menolongku ketika sakit
Tentang hebatnya astronot ke bulan bersama Challanger
Bahkan piawainya diplomat keliling dunia seperti berita yang ku lihat di TVRI

Ketika SMP
Aku masih bermimpi...
Menjadi dokter bedah layaknya serial ER yang selalu sigap menangani pasien
Juga tentang tenteramnya perasaan kala membaca rubrik Psikologi majalah GADIS
Atau seperti Tamaki Aso Pembawa berita yang sukses di TV NHK Jepang
Bahkan menjadi jurnalis agar bakat menulisku berkembang

Masa SMA
Aku terus bermimpi...
Dapat berjihad di Palestina bersama dokter-dokter MER-C
Juga menjadi Insinyur pertanian IPB yang entah dari mana ilham itu muncul
Bahkan menjadi arsitek seperti kisah Diorama Sepasang Albanna

Dan Kini
Setelah berkelana dengan berbagai impian
Aku masih mau melanjutkan mimpi...
Menjadi Arsitek Dunia Akhirat
JugaGuru Peradaban
Hingga bisa menjadi rahmat bagi semesta alam
Ya...ya...ya
Semuanya ingin ku raih dengan menjadi Guru Besar Bid.Arsitektur Lingkungan

(Ya Rabb berikan petunjuk, istiqomahkan lah tekadku dan ridhoilah langkahku)

Thursday, February 19, 2009

Biarkan (Egoku) Lewat Sejenak…

Situasi sekarang makin bergejolak. Eskalasi politik negeri ini makin meningkat seiring dengan genderang jargon-jargon politik (lip service) oleh segolongan orang yang tertantang untuk mengubah negeri. Aku mengerti…dan mengerti. Dia akan datang sebentar lagi. Pemilu 2009

Semua bersiap siaga, entah sudah siaga keberapakah sekarang, i don’t know. Yang jelas makin menuntut kerja yang ekstra dari setiap jundi.
Hmmm…sampai dimana kontribusiku bagi kemenangan dakwah ini?
Kalau 2009 bagi sebagian orang adalah bagaimana berjuang untuk "Agenda Besar", namun bagiku 2009 adalah karierku. Akademik dan sejumlah target lain yang telah kubuat, all about my "life plan" in 2009.

Tahun ini hampir 4 tahun aku menimba ilmu di perguruan tinggi. Tentunya, aku harus lebih concern lagi dengan akademik. Ingin sekali segera mengakhiri status S1 ku segera. Teman-teman seangkatanku sudah mulai mempersiapkan Tugas Akhirnya, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang akan meraih gelar sarjana bulan depan, Maret. Aku makin tertantang untuk segera selesai, makanya harus fokus akademik.

Akhir-akhir ini aku memang menikmati hari-hari menjadi anak Bureng dan “Tawanan” dalam kenikmatan penjara studio. Dari lima hari waktu kuliah, 4 harinya kuhabiskan 10 jam ku di studio. Hmm.. akhirnya aku betul-betul merasakan apa yang namanya studio sekarang. Kesibukannya, kepanikannya, dan sensasi lainnya yang jarang ku dapat dari studioku terdahulu. Aku ingin menjaga semangat ini, semangat menjadi anak arsitektur. Semoga Allah senantiasa mengistiqomahkan langkahku.
Makanya, bisa jadi aku akan menjadi orang yang sangat kuper dengan dunia luar (I hope not). Masa-masa indah rapat dan sejumlah agenda khas aktivis dakwah tak lagi leluasa ku nikmati. Selalu saja studio dan aktivitas akademik ku tidak bersahabat dengan agenda dakwah. Inilah konsekuensi dari jalan yang ku pilih.

Sungguh sangat ingin rasanya bersama dalam  euforia, namun inilah masa dimana aku harus bersikap lebih profesional. Persoalannya adalah kembali pada manajemen waktu yang harus aku kelola dengan baik. Insya Allah ketika ini bisa ku atur dengan baik maka, tidak ada amanah yang terabaikan.

Wallahu ‘alam bishshowab.

“ Wahai orang-orang yang beriman!Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS.59:18)

Saturday, February 14, 2009

Bukannya Saya Menolak...

Aku tidak tahu mengapa aku harus menerimanya. Dia datang tak terduga, sudah ku katakan dengan tegas bahwa aku Tidak Bersedia, namun semua berharap. Semua penuh harap. Orang-orang di sekitarku terus mendesak, Bersedia menerima, itulah yang diinginkan.

Aku tersadar dalam rentang yang panjang,aku ditunggu untuk memberi sebuah keputusan. Jawabannya “iya”. Fasih lisanku berkata, namun pikiranku melayang terbang menembus gumpalan cirrocumulus dengan desau angin yang menyapu. Keadaan yang melukiskan suasana hati dan pikiranku. Gamang...

Di balik kain hijau itu, tak henti-hentinya kudengar persuasi layaknya sales yang hendak menawarkan barang dagangannya. Dalam hati aku membenarkan setiap tuturnya, sesekali sampai terucap lirih. Siapa sih yang mau melewatkan kesempatan sebesar ini? Bagi sebagian orang ini adalah kesempatan yang ditungu-tunggu. Tapi, tidak untukku, setidaknya untuk sekarang.
Bukannya aku tidak siap, justru aku selalu ditempa untuk bersiap siaga. Namun, ada priotas tiap orang dalam sekat-sekat waktu yang dia miliki. Dan aku, sekali lagi untuk konteks sekarang, sangat berkonsentrasi dengan hal lain yang menurutku lebih urgen untuk dilaksanakan.

Kadang mereka tidak mengerti, atau mungkin tidak mau untuk mengerti keadaan seseorang. Hanya memandang pada satu sisi, namun ternyata sama sekali tidak mengetahui detail permasalahan yang ada. Itulah kadang, idealisme sering berlawanan dengan realitas. Dan jujur, aku belum menyiapkan langkah antisipatif untuk itu.

Oh…amanah, engkau tahu betapa beratnya aku menerima mu kali ini. Kalau bukan karena dakwah akan tidak akan menerimanya. Kalau bukan karena kecintaan kepada wajihah ini sebagai ladang amalku, aku tak akan mengambilnya. Kalau bukan karena ridho Allah swt yang dituju, aku tidak akan beramal seperti ini..
Saatnya berbenah, mempersiapkan strategi baru untuk berjihad. Semoga Allah senantiasa memudahkan urusan orang-orang yang menolong agamanya.

“Wahai orang-orang yang beriman!jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS. 47: 7)

Wallahu 'alam bishshowwab