Showing posts with label ARCHiTECTrue. Show all posts
Showing posts with label ARCHiTECTrue. Show all posts

Saturday, July 7, 2012

3D Street Painting


Making my way downtown, walking fast, faces pass, and i'm home bound. Staring blankly ahead just making my way, making a way through the crowd.
...

If  i could fall into the sky. Do you think time would pass me by? 'Cause you know i'd walk a thousand miles. If  i could just see you tonight.


Kalo Vanessa Carlton ketemu jalan yang seperti ini, dia pasti akan jauuuuh lebih menikmati perjalanan 1000 mil nya..




 
www.zimbio.com

Let me teach you some extreme skiing.
Artist: Edgar Mueller








    www.myopera.com

Hold my hand, papa...
Artist: Edgar Mueller








 www.nmafif.wordpress.com

Get ready for swim!
Artist: Edgar Mueller







 
www.grand-illusions.com/opticalillusions/kurt_wenner/

Sorry, 
do not disturb me!
Artist: Kurt Wenner








www.weburbanist.com

Water is life
Artist: Henk Hofstra







www.squidoo.com/pavementart
 
Save Me!
Artist: Julian Beever







http://www.nyike.com/awesome-3d-illusions/

The World in my hand
Artist: Julian Beever





Gimana?



Seru kan?!


Wednesday, June 27, 2012

Heritage



Terpinggirkan dalam kepongahan gaya urban yang minim identitas. Terselip dalam mobilitas materi berbagai arah. Terkepung pasukan kekar, tinggi menjulang, penantang langit. Walau ringkih jelas tersurat. Tua dan bersahaja. Masih seperti dulu. 

Diam pun bermakna. Bercerita dalam kebisuan, tentang kemarin, seperti memilin benang sejarah. Menguntai bagian semrawut, menemukan ujungujung, kemudian menjadikannya satu, hingga menjadi rajutan kisah. Sunyi, dalam sebuah perjalanan virtual.

Membiarkan waktu mengikuti jejakjejak tanpa alas, mendapati tanah basah oleh darah, menghirup bau mesiu, mendengar rintihan perih dan pecah tangis. Geram, amarah, sakit hati, emosi bergejolak. Terkesiap dan terpaku. Hanya kepalan tangan yang mengeras serasa ingin dimuntahkan.

Sepersekian waktu. Ada yang berlarian, bersorak, berangkulan sambil melompatlompat, berpasangpasang mata berbinar, barisan gigi putih gading tersembul dari mulut mengembang, tangantangan kekar mengenggam erat pusaka, di acungkan seolah hendak menggapai langit. Haru bahagia, menelisik hati. Tibatiba airmata sudah jatuh tanpa disuruh.

Tersadar, mendengar gumam sendiri. " Nyawa sang penutur, hakikatnya abadi. Bahkan terhadap eksistensi kemarin, hari ini, ataupun besok. Dia butuh ruang, untuk dikenang, agar tak hilang. Disaat cengkeraman cukong bagai lidah api yang siap menghanguskan."

Semakin terdesak dengan perputaran waktu. Reformasi, transformasi, modernisasi, menjadi merek dagang, senjata, yang semakin mengkerdilkan kata. Bisa dibayangkan, wajah berganti menjadi etalaseetalase kaca berjejeran, atau hamparan paving stone minim vegetasi. Oh, Tidak. Alam akan semakin murka.

Namun jika melestarikan adalah tanggung jawab bersama, ada satu cara yang gempita. Kembali pada cerita, karena kita adalah pewaris kisah. Hanya butuh suara yang sama

 ...kami cinta sejarah, kami cinta Indonesia




* sebuah penghargaan untuk museum dan warisan sejarah lainnya

Sunday, January 8, 2012

Tujuh Arsitek yang Berpengaruh di Indonesia

1. Y.B Mangunwijaya Pr. (1929 - 1999)


Entah mengapa para arsitek bisa begitu indahnya berkaya di berbagai bidang selain arsitektur itu sendiri, apakah karena arsitektur itu seni? Ataukah karena membangun adalah pada dasarnya dorongan spiritual kodrati setiap manusia? Jujur sebagai seorang insinyur sipil saya agak iri hati. Arsitek satu ini menempati posisi puncak dalam daftar ini karena sumbanganya tidak hanya terbatas pada arsitektur namun juga meresap ke dalam ingatan dan jiwa kita. Dalam bidang arsitektur sendiri lulusan teknik arsitektur itb, 1959 dan rheinisch westfaelische technische hochschule, aachen, jerman, 1966, ini dijuluki sebagai bapak arsitektur modern indonesia. Karyanya yang terkenal adalah bentara budaya jakarta, berbagai gereja dan kawasan pemukiman kali code.

Sebagai humanis ia sangat peduli pada masyarakat kecil saat merancangan pemukiman di bantaran kali code, tidak berhenti pada pembangunan fisik namun juga pembangunan untuk memanusiakan manusia. Ia memberikan pendampingan pada korban waduk kedungombo sampai berhasil ke mahkamah agung, untuk jasanya itu ia dicap komunis oleh orde baru. Rohaniawan katolik ini menempuh pendidikan seminari pada seminari menengah kotabaru, yogyakarta, yang dilanjutkan ke seminari menengah santo petrus kanisius di mertoyudan, magelang.

Ia juga seorang sastrawan yang menghasilkan karya-karya yang dipuji tidak hanya di indonesia namun juga di seluruh dunia. Sebut saja burung-burung manyar dan roro mendut. Romo juga sangat peduli mengenai pendidikan dan mendirikan yayasan dinamika edukasi dasar, yayasan pendidikan untuk anak miskin dan terlantar. Ia memang sangat peduli dengan pendidikan dasar sampai-sampai ia pernah berkata “when i die, let me die as a primary school teacher”. Untuk jasanya ia mendapatkan berbagai penghargaan, lengkap untuk setiap bidang yang ia geluti.

2. Fredrich S Silaban (1912 - 1984)

Fredrich S Silaban, karya-karyanya menghiasi ibukota jakarta. Siapa yang tidak kenal monumen nasional, gelora senayan dan tentunya yang paling membangakan adalah masjid istiqlal.

Bangunan masjid terbesar di asia tenggara itu dirancang olehnya melalui sebuah sayembara dan karyanya itu menjadi monumen toleransi di indonesia. Mengapa? Karena masjid terbesar di indonesia dirancang oleh seorang kristen. Ia menyelesaikan pendidikan formal di h.i.s. Narumonda, tapanuli tahun 1927, koningen wilhelmina school (k.w.s.) di jakarta pada tahun 1931, dan academic van bouwkunst amsterdam, belanda pada tahun 1950. Selain masjid istiqlal, monumen nasional menjadi hasil rancanganya (lihat daftar top 7 sebelumnya, 7 pencapaian arsitektur indonesia) setelah soekarno memerintahkannya merancang ulang hasil sayembara sebelumnya.

3. Achmad Noeman (1926 - sekarang  )


Achmad Noeman terkenal sebagai maestro arsitektur masjid indonesia. Sudah banyak karyanya seperti masjid salman itb, masjid amir hamzah di taman ismail marzuki, masjid at-tin jakarta, masjid islamic center jakarta, masjid soeharto di bosnia dan masjid syekh yusuf di cape town, afrika selatan. Namun karyanya yang melambungkan namanya adalah masjid salman di itb, masjid ini berdiri gagah tanpa kubahnya. Dalam merancang masjid ia berprinsip bahwa barisan shalat tidak boleh terpotong sehingga dalam desain masjidnya tidak ada kolom di dalam bangunan masjid. Ia merupakan salah satu pendiri iai (ikatan arsitek indonesia).



4. Ir. Ciputra (1931- sekarang )

Arsitek satu ini dikenal bukan karena karya-karyanya tapi karena kesuksesan usahanya, pandangan hidupnya dan sumbangannya untuk kemajuan kewirausahaan indonesia. Ia menyelesaikan pendidikan arsiteknya tahun 1960 di itb. Pada tahun-tahun berikutnya ia kemudian bekerja di jaya group, perusahaan daerah milik pemda dki. 

Disana karirnya melesat sampai usia 65 tahun ia masih bekerja sebagai direksi. Dari bekerja di jaya group ini ia menelorkan inovasi-inovasinya melalui kawasan ancol. Jiwa pengusahanya mulai bersinar ketika ia membentuk usaha bersama sudono salim (liem soe liong), sudwikatmono, djuhar sutanto dan ibrahim risjad mendirikan metropolitan group yang menghasilkan dua kawasan perumahan paling ikonik di indonesia yaitu pondok indah dan bumi serpong damai. Iapun mendirikan perusahaanya sendiri di bawah naungan ciputra group dan menghasilkan berbagai macam proyek properti lainnya. 

Saat krisis moneter melanda indonesia sekitar tahun 1997 grup usahanya terlilit utang dan mengalami kemunduran namun saat ini telah bangkit dan kembali melakukan usaha di indonesia dan luar negeri. Saat ini kegiatan utamanya adalah melakukan pendidikan kewirausahaan, ia mendirikan sekolah dan universitas ciputra untuk memempersiapkan lulusannya menjadi pengusaha. Kiprah ciputra diapresiasi oleh museum rekor indonesia (muri) dengan memberikan dua rekor kepadanya, yakni sebagai entrepreneur peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan entrepreneurship kepada dosen terbanyak

5. Soejodi Wirjoatmodjo (1928 - 1981)

Tahukah anda siapa arsitek dari gedung mpr/dpr yang sangat ikonik itu? Soejodi wirjoatmodjo merupakan seorang arsitek berbakat yang memenangkan sayembara untuk desain gedung mpr/dpr tersebut (dahulu gedung conefo (conference of the new emerging forces)). Ia merupakan arsitek lulusan itb dan mengenyam pendidikan arsitek melalui beasiswa di perancis di ecole superieure national des beaux arts, paris dan hoogeschool, delft, belanda. 

Karya-karyanya antara lain gedung sekretariat asean, gedung kedubes prancis di jakarta, gedung konsulat indonesia di beograd, gedung kbri di kuala lumpur, dan stasiun plta di karang kates, jawa timur. Selain itu, soejoedi turut merancang masterplan tata kota kotamadya pontianak, kalbar, masterplan daerah pariwisata nusa dua, bali, dan masterplan pengembangan pariwisata jawa tengah. Warisannya adalah membawa bentuk arsitektur non-tradisional sebagai inspirasi arsitek-arsitek muda, rancangannya memberikan ruang interaksi sosial tanpa mengorbankan lingkungan sekitar.

6. Han Awal ( 1930 - sekarang  )


Karya arsitek satu ini yang paling terkenal adalah gedung museum arsip nasional (pemugaran), kampus universitas katolik atma jaya di semanggi dan gedung sekolah pangudi luhur di kebayoran baru, jakarta. Arsitek ini mengenyam pendidikan arsitek di technische hoogeschool di delft, belanda dan kemudian technische universitat, berlin barat, dan lulus tahun 1960. 

Ia kemudian dikenal sebagai arsitek pemugaran (konservationis) bangunan-bangunan tua, karya pemugarannya meliputi gereja katedral jakarta, gedung arsip, gedung bank indonesia jakarta kota dan gereja immanuel. Untuk sumbangannya di bidang budaya ini ia mendapatkan penghargaan rofesor aa teeuw, guru besar kajian budaya indonesia di universitas leiden, belanda. Penghargaa itu diberikan dua tahun sekali sejak 1992 kepada warga indonesia atau belanda yang dinilai berjasa meningkatkan hubungan kebudayaan kedua negara

7. Hendra Hadiprana (1929 - Sekarang )

Arsitek satu ini karyanya berada di hong-kong: Ramayana galleries hotel hilton dan bank niaga indonesia. Bersekolah di akademie minerva afdeling architektuur, groningen, negeri belanda, arsitek satu ini kemudian mendirikan hendra hadiprana architech and interior design. 

Pada awalnya bergerak di bidang desain interior rumah kemudian merambah ke desain bangunan. Pada masa itu bank-bank asing selalu menyerahkan desain arsitekturnya kepada kantor konsultan ini. Selain itu karyanya juga meliputi hotel-hotel di indonesia, klienya termasuk keluarga dekat soeharto. Karya paling barunya yang bisa dilihat adalah gedung universitas bina nusantara dan bandara di kalimantan timur.




Sumber : www.Tujuhpedia.com

Wednesday, September 7, 2011

MENGENAL POSTMODERN

1. Apakah Postmodern

Postmodern bisa dimengerti sebagai filsafat, pola berpikir, pokok berpikir, dasar berpikir, ide, gagasan, teori. Masing-masing menggelarkan pengertian tersendiri tantang dan mengenai Postmodern, dan karena itu tidaklah mengherankan bila ada yang mengatakan bahwa postmodern itu berarti “sehabis modern” (modern sudah usai); “setelah modern” (modern masih berlanjut tapi tidak lagi populer dan dominan); atau yang mengartikan sebagai `kelanjutan modern' (modern masih berlangsung terus, tetapi dengan melakukan penyesuaian / adaptasi dengan perkembangan dan pembaruan yang terjadi di masa kini). Di dalam dunia arsitektur, postmodern menunjuk pada suatu proses atau kegiatan dan dapat dianggap sebagai sebuah langgam, yakni langgam postmodern. 

Dalam kenyataan hasil karya arsitekturnya, langgam ini muncul dalam tiga versi/sub-langgam yakni Purna Modern, Neo Modern, dan Dekonstruksi. Mengingat bahwa masing-masing pemakai dan pengikut dari sub-langgam/versi tersebut cenderung tidak peduli pada sub-langgam/versi yang lain, maka masing-masing menamakannya langgam purna-modern, langgam neo-modern dan langgam dekonstruksi. Sebagai catatan yang harus diingat banyaknya pengertian maupun versi tentang postmodern ini memang telah membuat sejumlah pihak mengalami kebingungan, khususnya untuk menentukan siapa dan manakah yang dapat dipercaya atau dapat diandalkan sebagai yang benar.

2. Interpretasi Arsitektur Post Modern
Arsitektur Postmodern tidak dapat dipisahkan dengan Arsitektur Modern karena Arsitektur Postmodern merupakan :
a.    Kelanjutan Arsitektur Modern.
b.    Reaksi terhadap Arsitektur Modern.
c.    Koreksi terhadap Arsitektur Modern.
d.    Gerakan melengkapi dari apa yang masih belum terpenuhi dalam arsitektur Modern
e.    Menyodorkan alternatif sehingga arsitektur tidak hanya satu jalur saja.
f.     Memberi kesempatan untuk menangani arsitektur dari kemungkinan-kemungkinan, pendekatan-   pendekatan dan alternatif-alternatif yang lebih luas dan bebas.

Dengan demikian mempelajari arsitektur Postmodern tidak bisa tanpa melalui Arsitektur Modern karena Arsitektur Postmodern merupakan langkah atau tindak lanjut terhadap evaluasi yang dilakukan mengenai arsitektur Modern. Arsitektur Post Modern merupakan arsitektur yang telah melakukan feed back / umpan balik terhadap Arsitektur Modern. Pemunculan Arsitektur Modern tidak seragam dan secara garis besar dapat dikelompokan dalam tiga ciri penampilan:

               Purna Modern.
a.   Purna Modern merupakan pengindonesiaan dari post-modern versi Charles Jencks
b.   Ditandai dengan munculnya ornamen, dekorasi dan elemen-elemen kuno (dari Pra Modern) tetapi dengan melakukan transformasi atas yang kuno.
c.   Menyertakan warna dan tekstur menjadi eleman arsitektur yang penting yang ikut diproses dengan bentuk dan ruang.
d.   Tokohnya antara lain : Robert Venturi, Michael Graves, Terry Farrell             
                   
              Neo Modern
a.  Dahulu diberi nama Late Modern oleh Charles Jencks, sehingga pengertiannya tetap tidak berubah.
b. Tidak menampilkan ornamen dan dekorasi lama tetapi menojolkan Tektonika (The Art of Construction).  Arsitekturnya dimunculkan dengan memamerkan kecanggihan yang mutakhir terutama teknologi.
c. Sepintas tidak terlihat jauh berbeda dengan Arsitektur Modern yakni menonjolkan tampilan geometri.
d.  Menampilkan bentuk-bentuk tri-matra sebagai hasil dari teknik proyeksi dwi matra (misal, tampak sebagai proyeksi dari denah). Tetapi, juga menghadirkan bentukan yang trimatra yang murni (bukan sebagai proyeksi dari bentukan yang dwimatra).
e.   Tokohnya antara lain :  Richard Meier, Richard Rogers, Renzo Piano, Norman Foster.
f.    Tampilan dominan bentuk geometri.
g.  Tidak menonjolkan warna dan tekstur, mereka ini hanya ditampilkan sebagai aksen. Walaupun demikian, punya warna favorit yakni warna perak.

               Dekonstruksi
 a.  Geometri juga dominan dalam tampilan tapi yang digunakan adalah geometri 3 dimensi bukan dari  hasil proyeksi 2 D sehingga muncul kesan miring dan semrawut.
 b.  Tokohnya antara lain: Peter Eisenman, Bernard Tschumi, Zaha Hadid, Frank O'Gehry.
 c.   Menggunakan warna sebagai aksen dalam komposisi sedangkan tekstur kurang berperan.

3. Pokok-pokok Pikiran Arsitek Postmodern
Pokok-pokok pikiran yang dipakai arsitek Postmodern yang tampak dari ciri-ciri di atas berbeda dengan Modern. Di sini akan disebutkan tiga perbedaan penting itu.

a. Tidak memakai semboyan Form Follows Function arsitektur posmo mendefinisikan arsitektur sebagai sebuah bahasa dan oleh karena itu arsitektur tidak mewadahi melainkan mengkomunikasikan. Yang dikomunikasikan oleh ketiganya itu berbeda-beda, yaitu : 
PURNA MODERN : yang dikomunikasikan adalah identitas regional, identitas kultural, atau identitas historikal. Hal-hal yang ada di masa silam itu dikomunikasikan, sehingga orang bisa mengetahui bahwa arsitektur itu hadir sebagai bagian dari perjalanan sejarah kemanusian.  
NEO MODERN   : mengkomunikasikan kemampuan teknologi dan bahan untuk berperan sebagai elemen artistik dan estetik yang dominan.
DEKONSTRUKSI : yang dikomunikasikan adalah: - unsur-unsur yang paling mendasar, esensial, substansial yang dimiliki oleh arsitektur.- Kemampuan maksimal untuk berarsitektur dari elemen-elemen yang essensial maupun substansial.

b.  Fungsi ( bukan sebagai aktivitas atau apa yang dikerjakan oleh manusia terhadap arsitektur). 
Dalam arsitektur posmo yang dimaksud fungsi adalah peran adan kemampuan arsitektur untuk mempengaruhi dan melayani manusia, yang disebut manusia bukan hanya pengertian manusia sebagai mahluk yang berpikir, bekerja melakukan kegiatan, tetapi manusia sebagai makhluk yang berpikir, bekerja, memiliki perasaan dan emosi, makhluk yang punya mimpi dan ambisi, memiliki nostalgia dan memori. Manusia bukan manusia sebagai makhluk biologis tetapi manusia sebagai pribadi.
PURNA MODERN yang ditonjolkan didalam fungsinya itu, adalah fungsi-fungsi metaforik (simbolik) dan historikal.
NEO MODERN menunjuk pada fungsi-fungsi mimpi, yang utopia (masa depan yang sedemikian indahnya sehingga tidak bisa terbayangkan).
DEKONSTRUKSI menunjuk pada kejujuran yang sejujur-jujurnya.

c.    Bentuk dan Ruang
Di dalam posmo, bentuk dan ruang adalah komponen dasar yang tidak harus berhubungan satu menyebabkan yang lain (sebab akibat), keduanya menjadi 2 komponen yang mandiri, sendiri-sendiri dan bebas, sehingga bisa dihubungkan atau tidak. Yang jelas bentuk memang berbeda secara substansial, mendasar dari ruang. Ciri pokok dari bentuk adalah ada dan nyata,terlihat,teraba, sedangkan ruang mempunyai ciri khas ada dan tak terlihat,tak nyata. Kedua ciri ini kemudian menjadi tugas arsitek untuk mewujudkannya.
Berdasarkan pokok pikiran ini, maka dalam arsitektur :
                                      PURNA MODERN bentuk menempati posisi yang lebih dominan daripada ruang,
NEO MODERN sebaliknya bertolak belakang , menempatkan ruang sebagai unsur yang dominan, sedangkan dalam
DEKONSTRUKSI tidak ada yang dominan, tidak ada yang tidak dominan, bentuk dan ruang memiliki kekuatan yang sama.                                 


 Sumber. Hasil googling>> Bahan Ajar : Teori Arsitektur Postmodern. (Lupa nama webx)

Tuesday, July 20, 2010

Zaha Hadid, Maestro Arsitektur Dekonstrutif

Zaha Hadid lahir di Bagdad Irak, 31 Oktober 1950. Arsitek yang secara konsisten menyatukan wilayah arsitektur dan desain perkotaan. Karyanya penuh dengan eksperimen ruang yang berkualitas, memperluas dan mengintensifkan lanskap yang ada untuk memenuhi visi estetika yang mencakup semua bidang desain, mulai dari skala kota sampai ke produk, interior dan furniture.

Semula, Zaha masuk jurusan Matematika di American University Beirut sebelum pindah di Architectural Association London 1972 dan memperoleh Diploma Prize pada 1977. Menjadi mitra kerja Dinas Metropolitan Arsitektur, dan belajar di AA dengan kolaborator OMA Rem Koolhaas dan Elia Zenghelis. Kemudian memimpin sendiri studio AA sampai 1987. Sejak itu dia menjabat sebagai Pemimpin Kenzo Tange di Graduate School of Design, Harvard University, dan University of Chicago School of Architecture. Professor tamu pada Hochschule für Bildende Künste di Hamburg, The Knolton Architecture School, Ohio dan Studio Master di Columbia University, New York. Ia menjadi Visiting Professor Eero Saarinen dalam Desain Arsitektur untuk Semester Musim Semi 2002 di Yale University, New Haven, Connecticut. Beliau juga menjadi anggota kehormatan American Academy of Arts and Letters dan Fellow of the American Institute of Architecture. Saat ini sebagai Profesor di Universitas Seni Terapan di Wina.

Zaha termasuk arsitek aliran deconstrucsivism-neo constructivist. Menurutnya bangunan harus dirancang dari pemikiran-pemikiran berikut :
1. Bangunan adalah projek percobaan yang tidak pernah selesai, sehingga selalu menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Bahkan dimungkinkan bentuk masa datang (future). Karenanya dia juga disebut arsitek Futurist
2. Berarsitektur adalah bereksperimen tentang seni arsitektur yang bebas dengan ide-ide yang baru sama sekali. Karenanya ia juga disebut menganut aliran Russian Suprematism, suatu aliran yang mengawali dekonstruksi pada umumnya: ”Melawan masa lampau”, seperti seniman yang melawan sesuatu yang natural.
3. Bangunan harus dapat menampilkan ide yang masih berupa fantasi bentuk abstrak dari pengarangnya ke dalam suatu bentuk nyata bangunan itu sendiri. Dari contoh ini tampak bentuk abstrak dari aliran yang masif. Dilihat dari sisi ini Zaha juga termasuk seorang Constructivist.
4. Bangunan harus dapat memancing emosi dan imajinasi dari tiap-tiap orang yang melihatnya. Untuk memancing emosi dan imajinasi, pada bangunan ini, Zaha menggunakan eleen-elemen garis horisontal dominan yang dinamis dan ringan yang dikenal flying beam. Karenanya ia juga dijuluki sebagai arsitek dekonstruksi aliran anti-gravitational space. Banyaknya balok yang melayang menciptakan bangunan seolah-olah tidak ada yang menopang semakin menambah cirri khas dekonstruksi bangunannya.
5. Bangunan adalah pemersatu ruang dalam dan ruang luar . Antara bangunan dan lingkungan sekitar, merupakan kesatuan yang utuh dan saling melengkapi.
6. Bangunan adalah tempat untuk melaksanakan aktifitas yang berbeda-beda. Karena itu, maka bangunan juga terdiri dari elemen-elemen atau bentuk yang berbeda dan disatukan oleh sistem sirkulasi dengan penonjolan sistem konstruksi.
7. Pembedaan aktifitas dilakukan dengan pembedaan elemen-elemen bangunannya yang untuk menghindari kesan monoton. 

Untuk lihat salah satu karyanya klik disini: SPIRAL TOWER, Barcelona

(Sumber : http://nustaffsite.gunadarma.ac.id)

Monday, July 19, 2010

Sang Arsitek...

” Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah wasilah untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan bersungguh-sungguhlah di dalamnya agar kamu beruntung”(QS.5:35)

Empat belas abad sudah misi dakwah Rasulullah saw (Ad dien al Islam) menjadi sebuah fenomena sejarah yang terus eksis di tengah pergulatan berbagai pemahaman, pemikiran bahkan ideologi yang tidak lebih dari sekedar hasil keterbatasan nalar, proses reduksi-modifikasi, dan tambal sulam yang semata hasil dari ketidakberdayaan akal manusia dalam proses berpikir. Kejahiliyan berpikir merupakan sebuah bentuk baru dari model jahiliyah pada zaman sebelum diturunkannya risalah Islam di dunia. Kejahiliyahan yang bukan karena salah dalam penafsiran sebagaimana bangsa Arab terdahulu namun lebih pada usaha berpikir yang melampaui batas wajar.
Adalah rasulullah Muhammad saw. seorang arsitek handal yang mampu membuat suatu revolusi, membuat sebuah paradigma baru dalam proses berpikir, di tengah keadaan bangsa Arab jahiliyah pada zaman itu yang tenggelam dalam segala bentuk kemaksiatan, terlena akan hal-hal yang berbau khurafat dan berbagai bentuk penyimpangan lain, sehingga berubah menjadi masyarakat dengan kehidupan yang penuh dengan cahaya Allah swt. masyarakat yang sarat dengan nilai dan moral, maju, beradab dan sangat menghargai nilai-nilai kemanusiaan.

Rasulullah saw. merupakan subjek pembangun tatanan kehidupan Islam di jazirah Arab dan di dunia secara keseluruhan. Bangunan kehidupan Islam dapat dirasakan oleh umatNya sampai sekarang berkat konsep perancangan dan tangan dingin sang arsitek dalam mewujudkan grand design yang bernilai dunia akhirat ini. Kehidupan yang jahil berhasil dibangun dengan pondasi aqidah sehingga menghasilkan bangunan kehidupan islam yang kokoh.

Namun, kemanakah sosok arsitek itu sekarang?


Original Post : 24 September 2008

Saturday, July 17, 2010

Arsitek Peradaban*

“Peradaban lahir dari gagasan besar dan gagasan2 besar lahir dari akal-akal besar"

Subhanallah, petikan tulisan dari Ust.Anis Matta yang langsung masuk menelusup dalam relung hatiku. Dalam bab " mencari sang arsitek" ust menjelaskan bagaimana
sebuah peradaban dapat dibangun dengan mencontoh pada perjalanan hidup Rasulullah saw.
Lantas, aku pun mencari korelasinya dengan disiplin ilmu yang ku geluti sekarang.
Teringat masa 3 tahun lalu, saat Takdir Allah swt. membawaqu berkelana ke daerah yang sama sekali asing bagiku...Makassar.

Tak terbayang olehqu, ketika Allah menetapkan aku sebagai peserta terpilih lulus SPMB dan masuk ke Teknik Arsitektur, jurusan yang sama sekali asing bagiku, pernah ku baca sebuah novel Islami tentang dunia Arsitek namun itupun belum mewakili keseluruhan dri dunia ini. bekal gambarqu juga pas-pasan, kadang ku pikir masalah pilihan SPMB pun adalah masalah prediksi d terima/tidak, dimanapun ia ditempatkan “yang penting lulus.

Akhirnya aku pun paham, bahwa Arsitek bukan hanya seorang drafter dengan sketsa dan imajinasi yang tinggi serta mengedepankan estetika. Namun, lebih dari itu, menjadi arsitek adalah menjadi pemikir dan inilah mungkin yang dimaksud oleh ust. Anis Matta dalam tulisannya. Dalam desain bangunan, haruslah ada suatu kejelasan konsep dan tahap ini adalah tahapan yang sulit bagi seorang arsitek. Bagaimana mengelola masalah, menyeimbangkan dengan struktur juga dengan lingkungan sekitar adalah sebagian pertimbangan yang harus kami lakukan. Belum lagi bagaimana masalah2 mikro yang harus dipertimbangkan. Arsitektur adalah bagaimana kita mampu menerawang s(segala) kemungkinan2 yang akan terjadi dimasa depan dan memvisualisaikannya dalam gambar. Bagaimana ide2 kita harus setinggi langit namun tetap pijakan kaki kita luruh menyatu ke bumi.

Kecintaanqu terhadap arsie adalah proses kimia yang rumit, memerlukan proses yang lama. Betapa tidak, susah untuk melepaskan sebuah impian yang dari kecil telah terbangun dengan indah akan profesi seorang dokter. Awalnya memang hanya sebuah impian anak kecil kebanyakan, namun beranjak dewasa akupun tau bahwa inilah profesi yang banyak memberikan manfaat riil bagi masyarakat. Langsung tepat sasaran. Istilahnya orang MLM, kalo Direct Selling smua lagsung bs “closing”.

Namun Allah swt. berkehendak lain, menitipkan aku di Arsitektur Unhas adalah perjalanan hidup yang cukup bagiku untuk tak henti-hentinya bersyukur. Aku belajar dari awal, bagai seorang anak TK yang baru diajari menulis oleh gurunya. Belajar membuat garis lurus sepanjang kertas A3 yang monoton namun semua nikmat terasa. Duduk menggambar di studio yang bikin pegel namun itulah seninya. Lambat laun Arsie makin ada di hati (hmm…)

Dalam sebuah Daurah tingkat lanjut, pernah qu tulis bagaimana Rancang Bangun Sulsel Madani. Semua ku kaitkan dengan “dunia qu”. Meskipun sadar, bahwa makalah tersebut masih banyak yang perlu di revisi, namun aku menganggap bahwa inilah bentuk apresiasiqu kepadanya. Pun begitu ketika ada pelatihan yang sama di Fakultas, sisi intelektual yang bisa disumbangkan oleh gerakan mahasiswa adalah bagaimana memberikan solusi terhadap permasalahan sesuai bidangnya. Aku pun sadar bahwa permasalahan dunia dan negeri kita sangat kompleks, namun sudah sepantasnyalah kita juga memberikan porsi yang lebih pada penyelesaian masalah “keteknikan”.

Akhirnya, ku haturkan tulisan ini pada siapa saja mahasiswa, saudara-saudaraku yang tak pernah henti berjuang. Cintailah bidang ilmu yang kau geluti sekarang, dengan demikian kau akan tau betapa besarnya sumbangsih yang kan dia berikan untuk perbaikan kehidupan bahkan perbaikan bangsa ini. Ciptakan gagasan besar akan peradaban dari akal-akal besar mu. Jangan pernah letih berpikir dan berjuang. Bangsa ini sudah terlalu berat memikul manusia2 serakah yang tidak dapat memberikan “manfaat”. Umat sudah terlalu lelah menunggu lahirnya sosok2 pembaharu. Kalau bukan KITA, Siapa Lagi?

“ …Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan”
(QS.58:11)


*(salah satu karya ust.Anis Matta)