Aku tidak tahu mengapa aku harus menerimanya. Dia datang tak terduga, sudah ku katakan dengan tegas bahwa aku Tidak Bersedia, namun semua berharap. Semua penuh harap. Orang-orang di sekitarku terus mendesak, Bersedia menerima, itulah yang diinginkan.
Aku tersadar dalam rentang yang panjang,aku ditunggu untuk memberi sebuah keputusan. Jawabannya “iya”. Fasih lisanku berkata, namun pikiranku melayang terbang menembus gumpalan cirrocumulus dengan desau angin yang menyapu. Keadaan yang melukiskan suasana hati dan pikiranku. Gamang...
Di balik kain hijau itu, tak henti-hentinya kudengar persuasi layaknya sales yang hendak menawarkan barang dagangannya. Dalam hati aku membenarkan setiap tuturnya, sesekali sampai terucap lirih. Siapa sih yang mau melewatkan kesempatan sebesar ini? Bagi sebagian orang ini adalah kesempatan yang ditungu-tunggu. Tapi, tidak untukku, setidaknya untuk sekarang.
Bukannya aku tidak siap, justru aku selalu ditempa untuk bersiap siaga. Namun, ada priotas tiap orang dalam sekat-sekat waktu yang dia miliki. Dan aku, sekali lagi untuk konteks sekarang, sangat berkonsentrasi dengan hal lain yang menurutku lebih urgen untuk dilaksanakan.
Kadang mereka tidak mengerti, atau mungkin tidak mau untuk mengerti keadaan seseorang. Hanya memandang pada satu sisi, namun ternyata sama sekali tidak mengetahui detail permasalahan yang ada. Itulah kadang, idealisme sering berlawanan dengan realitas. Dan jujur, aku belum menyiapkan langkah antisipatif untuk itu.
Oh…amanah, engkau tahu betapa beratnya aku menerima mu kali ini. Kalau bukan karena dakwah akan tidak akan menerimanya. Kalau bukan karena kecintaan kepada wajihah ini sebagai ladang amalku, aku tak akan mengambilnya. Kalau bukan karena ridho Allah swt yang dituju, aku tidak akan beramal seperti ini..
Saatnya berbenah, mempersiapkan strategi baru untuk berjihad. Semoga Allah senantiasa memudahkan urusan orang-orang yang menolong agamanya.
“Wahai orang-orang yang beriman!jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS. 47: 7)
Wallahu 'alam bishshowwab
No comments:
Post a Comment
Thanks For Ur Comment