Wednesday, September 7, 2011

MENGENAL POSTMODERN

1. Apakah Postmodern

Postmodern bisa dimengerti sebagai filsafat, pola berpikir, pokok berpikir, dasar berpikir, ide, gagasan, teori. Masing-masing menggelarkan pengertian tersendiri tantang dan mengenai Postmodern, dan karena itu tidaklah mengherankan bila ada yang mengatakan bahwa postmodern itu berarti “sehabis modern” (modern sudah usai); “setelah modern” (modern masih berlanjut tapi tidak lagi populer dan dominan); atau yang mengartikan sebagai `kelanjutan modern' (modern masih berlangsung terus, tetapi dengan melakukan penyesuaian / adaptasi dengan perkembangan dan pembaruan yang terjadi di masa kini). Di dalam dunia arsitektur, postmodern menunjuk pada suatu proses atau kegiatan dan dapat dianggap sebagai sebuah langgam, yakni langgam postmodern. 

Dalam kenyataan hasil karya arsitekturnya, langgam ini muncul dalam tiga versi/sub-langgam yakni Purna Modern, Neo Modern, dan Dekonstruksi. Mengingat bahwa masing-masing pemakai dan pengikut dari sub-langgam/versi tersebut cenderung tidak peduli pada sub-langgam/versi yang lain, maka masing-masing menamakannya langgam purna-modern, langgam neo-modern dan langgam dekonstruksi. Sebagai catatan yang harus diingat banyaknya pengertian maupun versi tentang postmodern ini memang telah membuat sejumlah pihak mengalami kebingungan, khususnya untuk menentukan siapa dan manakah yang dapat dipercaya atau dapat diandalkan sebagai yang benar.

2. Interpretasi Arsitektur Post Modern
Arsitektur Postmodern tidak dapat dipisahkan dengan Arsitektur Modern karena Arsitektur Postmodern merupakan :
a.    Kelanjutan Arsitektur Modern.
b.    Reaksi terhadap Arsitektur Modern.
c.    Koreksi terhadap Arsitektur Modern.
d.    Gerakan melengkapi dari apa yang masih belum terpenuhi dalam arsitektur Modern
e.    Menyodorkan alternatif sehingga arsitektur tidak hanya satu jalur saja.
f.     Memberi kesempatan untuk menangani arsitektur dari kemungkinan-kemungkinan, pendekatan-   pendekatan dan alternatif-alternatif yang lebih luas dan bebas.

Dengan demikian mempelajari arsitektur Postmodern tidak bisa tanpa melalui Arsitektur Modern karena Arsitektur Postmodern merupakan langkah atau tindak lanjut terhadap evaluasi yang dilakukan mengenai arsitektur Modern. Arsitektur Post Modern merupakan arsitektur yang telah melakukan feed back / umpan balik terhadap Arsitektur Modern. Pemunculan Arsitektur Modern tidak seragam dan secara garis besar dapat dikelompokan dalam tiga ciri penampilan:

               Purna Modern.
a.   Purna Modern merupakan pengindonesiaan dari post-modern versi Charles Jencks
b.   Ditandai dengan munculnya ornamen, dekorasi dan elemen-elemen kuno (dari Pra Modern) tetapi dengan melakukan transformasi atas yang kuno.
c.   Menyertakan warna dan tekstur menjadi eleman arsitektur yang penting yang ikut diproses dengan bentuk dan ruang.
d.   Tokohnya antara lain : Robert Venturi, Michael Graves, Terry Farrell             
                   
              Neo Modern
a.  Dahulu diberi nama Late Modern oleh Charles Jencks, sehingga pengertiannya tetap tidak berubah.
b. Tidak menampilkan ornamen dan dekorasi lama tetapi menojolkan Tektonika (The Art of Construction).  Arsitekturnya dimunculkan dengan memamerkan kecanggihan yang mutakhir terutama teknologi.
c. Sepintas tidak terlihat jauh berbeda dengan Arsitektur Modern yakni menonjolkan tampilan geometri.
d.  Menampilkan bentuk-bentuk tri-matra sebagai hasil dari teknik proyeksi dwi matra (misal, tampak sebagai proyeksi dari denah). Tetapi, juga menghadirkan bentukan yang trimatra yang murni (bukan sebagai proyeksi dari bentukan yang dwimatra).
e.   Tokohnya antara lain :  Richard Meier, Richard Rogers, Renzo Piano, Norman Foster.
f.    Tampilan dominan bentuk geometri.
g.  Tidak menonjolkan warna dan tekstur, mereka ini hanya ditampilkan sebagai aksen. Walaupun demikian, punya warna favorit yakni warna perak.

               Dekonstruksi
 a.  Geometri juga dominan dalam tampilan tapi yang digunakan adalah geometri 3 dimensi bukan dari  hasil proyeksi 2 D sehingga muncul kesan miring dan semrawut.
 b.  Tokohnya antara lain: Peter Eisenman, Bernard Tschumi, Zaha Hadid, Frank O'Gehry.
 c.   Menggunakan warna sebagai aksen dalam komposisi sedangkan tekstur kurang berperan.

3. Pokok-pokok Pikiran Arsitek Postmodern
Pokok-pokok pikiran yang dipakai arsitek Postmodern yang tampak dari ciri-ciri di atas berbeda dengan Modern. Di sini akan disebutkan tiga perbedaan penting itu.

a. Tidak memakai semboyan Form Follows Function arsitektur posmo mendefinisikan arsitektur sebagai sebuah bahasa dan oleh karena itu arsitektur tidak mewadahi melainkan mengkomunikasikan. Yang dikomunikasikan oleh ketiganya itu berbeda-beda, yaitu : 
PURNA MODERN : yang dikomunikasikan adalah identitas regional, identitas kultural, atau identitas historikal. Hal-hal yang ada di masa silam itu dikomunikasikan, sehingga orang bisa mengetahui bahwa arsitektur itu hadir sebagai bagian dari perjalanan sejarah kemanusian.  
NEO MODERN   : mengkomunikasikan kemampuan teknologi dan bahan untuk berperan sebagai elemen artistik dan estetik yang dominan.
DEKONSTRUKSI : yang dikomunikasikan adalah: - unsur-unsur yang paling mendasar, esensial, substansial yang dimiliki oleh arsitektur.- Kemampuan maksimal untuk berarsitektur dari elemen-elemen yang essensial maupun substansial.

b.  Fungsi ( bukan sebagai aktivitas atau apa yang dikerjakan oleh manusia terhadap arsitektur). 
Dalam arsitektur posmo yang dimaksud fungsi adalah peran adan kemampuan arsitektur untuk mempengaruhi dan melayani manusia, yang disebut manusia bukan hanya pengertian manusia sebagai mahluk yang berpikir, bekerja melakukan kegiatan, tetapi manusia sebagai makhluk yang berpikir, bekerja, memiliki perasaan dan emosi, makhluk yang punya mimpi dan ambisi, memiliki nostalgia dan memori. Manusia bukan manusia sebagai makhluk biologis tetapi manusia sebagai pribadi.
PURNA MODERN yang ditonjolkan didalam fungsinya itu, adalah fungsi-fungsi metaforik (simbolik) dan historikal.
NEO MODERN menunjuk pada fungsi-fungsi mimpi, yang utopia (masa depan yang sedemikian indahnya sehingga tidak bisa terbayangkan).
DEKONSTRUKSI menunjuk pada kejujuran yang sejujur-jujurnya.

c.    Bentuk dan Ruang
Di dalam posmo, bentuk dan ruang adalah komponen dasar yang tidak harus berhubungan satu menyebabkan yang lain (sebab akibat), keduanya menjadi 2 komponen yang mandiri, sendiri-sendiri dan bebas, sehingga bisa dihubungkan atau tidak. Yang jelas bentuk memang berbeda secara substansial, mendasar dari ruang. Ciri pokok dari bentuk adalah ada dan nyata,terlihat,teraba, sedangkan ruang mempunyai ciri khas ada dan tak terlihat,tak nyata. Kedua ciri ini kemudian menjadi tugas arsitek untuk mewujudkannya.
Berdasarkan pokok pikiran ini, maka dalam arsitektur :
                                      PURNA MODERN bentuk menempati posisi yang lebih dominan daripada ruang,
NEO MODERN sebaliknya bertolak belakang , menempatkan ruang sebagai unsur yang dominan, sedangkan dalam
DEKONSTRUKSI tidak ada yang dominan, tidak ada yang tidak dominan, bentuk dan ruang memiliki kekuatan yang sama.                                 


 Sumber. Hasil googling>> Bahan Ajar : Teori Arsitektur Postmodern. (Lupa nama webx)

No comments:

Post a Comment

Thanks For Ur Comment