1. Apakah
Postmodern
Postmodern bisa dimengerti sebagai filsafat, pola berpikir, pokok berpikir,
dasar berpikir, ide, gagasan, teori. Masing-masing menggelarkan pengertian
tersendiri tantang dan mengenai Postmodern, dan karena itu tidaklah
mengherankan bila ada yang mengatakan bahwa postmodern itu berarti “sehabis
modern” (modern sudah usai); “setelah modern” (modern masih berlanjut tapi
tidak lagi populer dan dominan); atau yang mengartikan sebagai `kelanjutan
modern' (modern masih berlangsung terus, tetapi dengan melakukan penyesuaian /
adaptasi dengan perkembangan dan pembaruan yang terjadi di masa kini). Di dalam
dunia arsitektur, postmodern menunjuk pada suatu proses atau kegiatan dan dapat
dianggap sebagai sebuah langgam, yakni langgam postmodern.
Dalam kenyataan hasil karya arsitekturnya, langgam ini muncul dalam tiga
versi/sub-langgam yakni Purna Modern, Neo Modern, dan Dekonstruksi. Mengingat
bahwa masing-masing pemakai dan pengikut dari sub-langgam/versi tersebut
cenderung tidak peduli pada sub-langgam/versi yang lain, maka masing-masing
menamakannya langgam purna-modern, langgam neo-modern dan langgam dekonstruksi.
Sebagai catatan yang harus diingat banyaknya pengertian maupun versi tentang postmodern
ini memang telah membuat sejumlah pihak mengalami kebingungan, khususnya untuk
menentukan siapa dan manakah yang dapat dipercaya atau dapat diandalkan sebagai
yang benar.
Arsitektur Postmodern tidak dapat dipisahkan dengan Arsitektur Modern
karena Arsitektur Postmodern merupakan :
a. Kelanjutan
Arsitektur Modern.
b. Reaksi
terhadap Arsitektur Modern.
c. Koreksi
terhadap Arsitektur Modern.
d. Gerakan
melengkapi dari apa yang masih belum terpenuhi dalam arsitektur Modern
e. Menyodorkan
alternatif sehingga arsitektur tidak hanya satu jalur saja.
f. Memberi
kesempatan untuk menangani arsitektur dari kemungkinan-kemungkinan,
pendekatan- pendekatan dan alternatif-alternatif yang lebih luas dan bebas.
Dengan demikian mempelajari arsitektur Postmodern tidak bisa tanpa melalui
Arsitektur Modern karena Arsitektur Postmodern merupakan langkah atau tindak
lanjut terhadap evaluasi yang dilakukan mengenai arsitektur Modern. Arsitektur
Post Modern merupakan arsitektur yang telah melakukan feed back / umpan balik
terhadap Arsitektur Modern. Pemunculan Arsitektur Modern tidak seragam dan
secara garis besar dapat dikelompokan dalam tiga ciri penampilan:
Purna
Modern.
a. Purna Modern
merupakan pengindonesiaan dari post-modern versi Charles Jencks
b. Ditandai
dengan munculnya ornamen, dekorasi dan elemen-elemen kuno (dari Pra Modern)
tetapi dengan melakukan transformasi atas yang kuno.
c. Menyertakan
warna dan tekstur menjadi eleman arsitektur yang penting yang ikut diproses
dengan bentuk dan ruang.
d. Tokohnya
antara lain : Robert Venturi, Michael Graves, Terry
Farrell
Neo Modern
a. Dahulu
diberi nama Late Modern oleh Charles Jencks, sehingga pengertiannya tetap tidak
berubah.
b. Tidak
menampilkan ornamen dan dekorasi lama tetapi menojolkan Tektonika (The Art of
Construction). Arsitekturnya dimunculkan
dengan memamerkan kecanggihan yang mutakhir terutama teknologi.
c. Sepintas
tidak terlihat jauh berbeda dengan Arsitektur Modern yakni menonjolkan tampilan
geometri.
d. Menampilkan
bentuk-bentuk tri-matra sebagai hasil dari teknik proyeksi dwi matra (misal,
tampak sebagai proyeksi dari denah). Tetapi, juga menghadirkan bentukan yang
trimatra yang murni (bukan sebagai proyeksi dari bentukan yang dwimatra).
e. Tokohnya
antara lain : Richard Meier, Richard
Rogers, Renzo Piano, Norman Foster.
f. Tampilan
dominan bentuk geometri.
g. Tidak
menonjolkan warna dan tekstur, mereka ini hanya ditampilkan sebagai aksen.
Walaupun demikian, punya warna favorit yakni warna perak.
Dekonstruksi
a. Geometri
juga dominan dalam tampilan tapi yang digunakan adalah geometri 3 dimensi bukan
dari hasil proyeksi 2 D sehingga muncul kesan miring dan semrawut.
b. Tokohnya
antara lain: Peter Eisenman, Bernard Tschumi, Zaha Hadid, Frank O'Gehry.
c. Menggunakan
warna sebagai aksen dalam komposisi sedangkan tekstur kurang berperan.
3.
Pokok-pokok Pikiran Arsitek Postmodern
Pokok-pokok pikiran yang dipakai arsitek Postmodern yang tampak dari
ciri-ciri di atas berbeda dengan Modern. Di sini akan disebutkan tiga perbedaan
penting itu.
a. Tidak memakai semboyan Form Follows Function
arsitektur posmo mendefinisikan arsitektur sebagai sebuah bahasa dan oleh
karena itu arsitektur tidak mewadahi melainkan mengkomunikasikan. Yang
dikomunikasikan oleh ketiganya itu berbeda-beda, yaitu :
PURNA MODERN
: yang dikomunikasikan adalah identitas regional, identitas kultural, atau
identitas historikal. Hal-hal yang ada di masa silam itu dikomunikasikan,
sehingga orang bisa mengetahui bahwa arsitektur itu hadir sebagai bagian dari
perjalanan sejarah kemanusian.
NEO
MODERN : mengkomunikasikan kemampuan
teknologi dan bahan untuk berperan sebagai elemen artistik dan estetik yang
dominan.
DEKONSTRUKSI
: yang dikomunikasikan adalah: - unsur-unsur yang paling mendasar, esensial,
substansial yang dimiliki oleh arsitektur.- Kemampuan maksimal untuk
berarsitektur dari elemen-elemen yang essensial maupun substansial.
b. Fungsi ( bukan sebagai aktivitas
atau apa yang dikerjakan oleh manusia terhadap arsitektur).
Dalam
arsitektur posmo yang dimaksud fungsi adalah peran adan kemampuan arsitektur
untuk mempengaruhi dan melayani manusia, yang disebut manusia bukan hanya
pengertian manusia sebagai mahluk yang berpikir, bekerja melakukan kegiatan,
tetapi manusia sebagai makhluk yang berpikir, bekerja, memiliki perasaan dan
emosi, makhluk yang punya mimpi dan ambisi, memiliki nostalgia dan memori.
Manusia bukan manusia sebagai makhluk biologis tetapi manusia sebagai pribadi.
PURNA MODERN
yang ditonjolkan didalam fungsinya itu, adalah fungsi-fungsi metaforik
(simbolik) dan historikal.
NEO MODERN menunjuk pada fungsi-fungsi mimpi, yang
utopia (masa depan yang sedemikian indahnya sehingga tidak bisa terbayangkan).
DEKONSTRUKSI menunjuk pada kejujuran yang sejujur-jujurnya.
c. Bentuk dan Ruang
Di dalam
posmo, bentuk dan ruang adalah komponen dasar yang tidak harus berhubungan satu
menyebabkan yang lain (sebab akibat), keduanya menjadi 2 komponen yang mandiri,
sendiri-sendiri dan bebas, sehingga bisa dihubungkan atau tidak. Yang jelas
bentuk memang berbeda secara substansial, mendasar dari ruang. Ciri pokok dari
bentuk adalah ada dan nyata,terlihat,teraba, sedangkan ruang mempunyai ciri
khas ada dan tak terlihat,tak nyata. Kedua ciri ini kemudian menjadi tugas
arsitek untuk mewujudkannya.
Berdasarkan
pokok pikiran ini, maka dalam arsitektur :
PURNA
MODERN bentuk menempati posisi yang lebih dominan daripada ruang,
NEO MODERN sebaliknya bertolak belakang , menempatkan
ruang sebagai unsur yang dominan, sedangkan dalam
DEKONSTRUKSI
tidak ada yang dominan, tidak ada yang tidak dominan, bentuk dan ruang memiliki
kekuatan yang sama.
Sumber. Hasil googling>> Bahan Ajar : Teori Arsitektur Postmodern. (Lupa nama webx)

No comments:
Post a Comment
Thanks For Ur Comment