Tatkala Allah swt.menyebutkan kewajiban amal makruf nahi munkar, dieksplisitkan dua jenis kelamin sekaligus, laki-laki dan perempuan. Ini menunjukkan betapa keduanya, laki-laki maupun perempuan, adalah unsur asasi dalam melakukan pembangunan masyarakat.
Allah swt. Berfirman:
“Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar,mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah: sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (At Taubah:71)
Artinya tidak cukup mendidik kaum laki-laki untuk melakukan perbaikan masyarakat. Muslimah pun harus dipersiapkan untuk menjadi pelaku perbaikan masyarakat dengan proses pendidikan yang berkesinambungan. Akan muncul ketimpangan, ketika dalam sebuah masyarakat hanya satu pihak yang menjadi shaleh sedangkan yang lain tidak. Padahal Islam mengajarkan kepada kita untuk berIslam dengan kaffah.
Para muslimah bukanlah suplemen atau pelengkap dalam perbaikan masyarakat. Mereka adalah pelaku aktif dan menjadi partner bagi laki-laki sebagai subjek pembangunan. Justru karena keduanya merupakan unsur asasi dalam perbaikan, maka pola pendidikan yang mengarahkan kepada kebaikan moralitas harus dilakukan kepada keduanya. Sehingga menjadi instrumen yang menghantarkan kepada perbaikan masyarakat.
Jika para perempuan Muslimah tidak dipersiapkan dengan baik, akan menyebabkan mereka senantiasa menjadi korban kemajuan zaman. Naudzubillahi min dzalik
Wallahu a’lam bishshowab
Sumber: Keakhwatan 1. Cahyadi Takariawan,dkk
No comments:
Post a Comment
Thanks For Ur Comment