merah itu masih bersemayam belum padam
persis, ketika kau masih mekar dalam balutan raga yang kekar
magis yang tak pernah menyusut dari ruang usia
selaksa energi yang menerobos dinding kefanaan semesta
Aku adalah kau
kau adalah aku
kita terpadu walau tersempal dalam jasad yang tak satu
jejak yang kau torehkan lebih dari cukup untuk membuatku takjub
sampai semua aksara tak bisa terungkap dalam sabda
Mengenangmu adalah dekapan dalam kehangatan yang tak tergantikan
saat kau mengantarkanku dalam belantara alam raya
menemui penguasa rimba yang bernama kehidupan
semesta dimana anomali terbentang tanpa sekat
muak, sesak...
Jika rentang waktu yang terlewati adalah sejarah tentang keabadian
berharap setiap detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun adalah denganmu
meski ditiap lipatan masa ada lembaran cerita berbeda
tentang mu adalah monumen yang terbingkai dengan sakral
damai, tenang...
Adakah yang bisa menyisihkan mu dari hati???
Kau yang tak pernah mengemis pamrih walau bersahabat letih
Kau yang tak pernah terdengar keluh walau menapak hari dengan sayu
Kau yang selalu memberai penat kala kembali ke pelukan kekasih
Kau yang senantiasa berdiri membersamai dalam langkah
Kau yang tidak pernah luput dalam senandung doa
Kau, kau,kau
Hanya kau,
Ta pe Papa...
Terima kasih untuk perjalanan ini
dan kasih tak berperi yang kau beri
*Bahasa Manado = Papa ku
semesta dimana anomali terbentang tanpa sekat
muak, sesak...
Jika rentang waktu yang terlewati adalah sejarah tentang keabadian
berharap setiap detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun adalah denganmu
meski ditiap lipatan masa ada lembaran cerita berbeda
tentang mu adalah monumen yang terbingkai dengan sakral
damai, tenang...
Adakah yang bisa menyisihkan mu dari hati???
Kau yang tak pernah mengemis pamrih walau bersahabat letih
Kau yang tak pernah terdengar keluh walau menapak hari dengan sayu
Kau yang selalu memberai penat kala kembali ke pelukan kekasih
Kau yang senantiasa berdiri membersamai dalam langkah
Kau yang tidak pernah luput dalam senandung doa
Kau, kau,kau
Hanya kau,
Ta pe Papa...
Terima kasih untuk perjalanan ini
dan kasih tak berperi yang kau beri
*Bahasa Manado = Papa ku
weitz..kerennya >.<
ReplyDeletediksinya pas banget ran..sy aj gak pernah bisa begitu.hahaha :D
keep writing sizta ;)
hsl semedi bertahun2...
ReplyDeletehy numpuk d kepala :)
thx,lil sista